Tanaman Obat Keluarga: Warisan Tradisi yang Perlu Dihidupkan Kembali
![]() |
| Tanaman Obat |
Dahulu, hampir setiap rumah di desa memiliki tanaman obat di pekarangannya. Jahe, kunyit, kencur, daun sirih, hingga temulawak tumbuh subur di halaman. Ketika anak batuk atau badan terasa tidak enak, orang tua cukup memetik beberapa rimpang atau daun untuk diolah menjadi ramuan sederhana.
Kini kebiasaan itu mulai berkurang. Banyak keluarga lebih memilih membeli obat instan. Padahal, tanaman obat keluarga atau yang dikenal dengan TOGA merupakan warisan tradisi yang kaya manfaat dan sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung kesehatan masyarakat.
TOGA dan Program Pemerintah
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendorong pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat. TOGA dipandang sebagai langkah awal penanganan keluhan ringan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.
Kementerian Pertanian juga mendukung pemanfaatan pekarangan melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), yang mencakup pengembangan sayuran, buah, dan tanaman obat di tingkat rumah tangga.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan dan kesehatan masih menjadi komponen utama dalam belanja keluarga. Dengan memanfaatkan pekarangan untuk tanaman obat, keluarga dapat mengurangi pengeluaran sekaligus meningkatkan kemandirian.
Tanaman Obat yang Mudah Ditanam
Beberapa tanaman obat yang mudah tumbuh di pekarangan antara lain:
• Jahe – membantu meredakan masuk angin dan menghangatkan tubuh
• Kunyit – baik untuk pencernaan dan antiinflamasi alami
• Temulawak – membantu meningkatkan nafsu makan
• Kencur – sering digunakan untuk batuk dan pegal-pegal
• Daun sirih – dikenal sebagai antiseptik alami
• Lidah buaya – baik untuk kesehatan kulit
Tanaman ini tidak memerlukan lahan luas. Bisa ditanam dalam pot atau polybag dengan perawatan sederhana.
![]() |
| Tanaman Obat Keluarga |
Resep Sederhana dari Pekarangan Rumah
Agar lebih bermanfaat, berikut beberapa resep sederhana yang dapat dibuat dari tanaman TOGA:
1️⃣ Wedang Jahe Hangat
Manfaat: Menghangatkan tubuh dan meredakan masuk angin ringan
Bahan:
1 ruas jahe (geprek)
1–2 gelas air
Gula merah secukupnya
Cara membuat:
Rebus jahe dalam air selama 10–15 menit, tambahkan gula merah, sajikan hangat.
2️⃣ Kunyit Asam Sederhana
Manfaat: Membantu pencernaan dan menyegarkan tubuh
Bahan:
1 ruas kunyit (parut)
1 sendok makan asam jawa
1 gelas air
Gula aren secukupnya
Cara membuat:
Rebus semua bahan selama 10 menit, saring, lalu sajikan.
3️⃣ Beras Kencur Rumahan
Manfaat: Membantu meredakan batuk ringan dan pegal-pegal
Bahan:
1 ruas kencur
1 sendok makan beras (rendam 2 jam)
1 gelas air matang
Gula secukupnya
Cara membuat:
Haluskan semua bahan, saring, lalu sajikan.
Menjaga Warisan, Menjaga Kesehatan
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan hayati yang tinggi. Sejak dahulu, masyarakat memanfaatkan tanaman sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Menghidupkan kembali TOGA berarti menjaga warisan budaya sekaligus mendukung kesehatan keluarga.
Tentu, untuk keluhan yang lebih serius, masyarakat tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Tanaman obat keluarga berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti pengobatan medis.
Gerakan Bersama di Tingkat Desa
Pemanfaatan TOGA dapat menjadi gerakan bersama melalui PKK, Posyandu, kelompok wanita tani, maupun program desa. Jika setiap rumah menanam beberapa jenis tanaman obat, desa akan lebih sehat, lebih mandiri, dan lebih berdaya.
Langkah sederhana dari pekarangan rumah dapat menjadi kontribusi nyata bagi ketahanan kesehatan dan kesejahteraan desa.
Tanaman obat keluarga adalah warisan tradisi yang selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendukung kesehatan dan ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan pekarangan, keluarga tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam kemandirian.
Mari hidupkan kembali TOGA di halaman rumah kita. Dari tanaman sederhana, kita rawat kesehatan, lestarikan budaya, dan kuatkan kemandirian desa.
Artikel ini ditulis Oleh:
Irna Diani, S.P., M.P.
Dosen Agroteknologi – Universitas Kebangsaan Republik Indonesia


Posting Komentar untuk "Tanaman Obat Keluarga: Warisan Tradisi yang Perlu Dihidupkan Kembali"